Rabu, 13 Juni 2012

Tips Ketika Tersesat di Gunung

Kegiatan di alam terbuka mempunyai resiko utama tersesat. Ketika orang tersesat maka kondisi mental mereka akan menurun, panik, lebih-lebih jika sendirian. Bila kita sudah menyadari telah salah jalur atau tersesat, yang pertama harus kita lakukan adalah jangan panik. Lebih baik berhenti dan istirahat dulu (minum air dan makan perbekalan) sambil memberi tanda lokasi istirahat dengan tanda yang mencolok/mudah diingat, seperti: mengikat batang/ranting perdu, mematahkan beberapa ranting pohon/perdu, mengikat serumpun alang-alang, dan lakukan pengamatan medan sekitar, tidak lupa periksa peralatan dan bahan makanan. 

Selanjutnya lebih baik tidak lekas turun, jalan menurun belum tentu menuju desa, tetapi justru menyebabkan kita terjebak di lembah yang tak berujung sehingga sulit untuk melakukan orientasi. Lebih baik kembali mendaki untuk mencari tanah lapang agar mudah memperoleh orientasi langkah selanjutnya, tak lupa meninggalkan tanda-tanda dengan menggunakan batu atau tumbuh-tumbuhan setiap melalui jalan pendakian itu. Harapannya, ada tim SAR atau orang yang tetap mencarinya. Bila tidak cukup waktu atau hari sudah menjelang sore, sebaiknya buat tempat perlindungan untuk istirahat dengan mulai mendirikan tenda kalau tidak ada dirikanlah shelter alam (bivak), jangan memaksakan diri melakukan pencarian jalur resmi di malam hari, lebih baik digunakan untuk istirahat dan menambah kalori dengan makan dan minum. Baru keesokan harinya bisa dilanjutkan pencarian jalurnya.

Ada 4 hal yang perlu dingat saat kita tersesat yaitu rumus STOP, singkatan dari :

1. Sit (duduk)
Jika kita menyadari diri kita tersesat dalam suatu perjalanan, hal yang perlu kita lakukan pertama kali adalah duduk tenang.
2. Thinking (berfikir)
Setelah kita duduk tenang, kita mulai berfikir, faktor apa yang menyebabkan kita tersesat, selain itu ada pepatah yang berbunyi. “Know Your Enemy” atau kenali musuhmu. di fase ini kita dituntut setenang mungkin, dan mencoba memutar kilas balik peristiwa-peristiwa yang menyebabkan kita tersesat.
3. Observation (observasi)
Setelah berfikir, kita melakukan apa yang disebut dengan observasi. Dalam fase ini ada 6 Komponen yang harus kita perhatikan dengan seksama yaitu :
Air, Makanan, Shelter, Api, Keadaan alam sekitar, dan keadaan cuaca. Dengan melakukan observasi atau pengamatan terhadap 6 komponen tersebut, akan berguna kelak dalam menentukan fase selanjutnya yaitu planning.
4. Planning (perencanaan)
Pada fase terakhir ini, setelah kita melakukan observasi terhadap keadaan diri kita dan lingkungan sekitar. kita menentukan perencanaan langkah apa yang harus kita lakukan. Apakah kita hanya berdiam diri di tempat tersebut menunggu bantuan dari team SAR, atau kita berjalan mencari sumber pertolongan. Semua perencanaan tersebut harus dibuat sematang mungkin, keadaan kesehatan diri kita merupakan hal yang vital dalam menentukan perencanaan tersebut.
Share ke :

Artikel Yang Berhubungan



Ditulis Oleh : Langit Pagi

Angin, hujan, gunung, langit, embun, pagi dan senja, itulah jiwa - jiwa yang tak pernah padam. Sapa dan ramahlah, dan jadilah bagian dari keajaiban mereka. -- Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Tips Ketika Tersesat di Gunung,,

:: Thank you for visiting,. Salam Lestari. ::

5 komentar:

salam rimba sob,
terima kasih MASZAL PEMALANG ADVENTURE sudah hadir di Langit Pagi,

terimakasih tips nya kak, aku juga punya tips biar gak tersesat di Jakarta baca ya

Posting Komentar

Betapa megahnya setiap kata yang tertinggal dan terukir di Langit Pagi
~~Terima kasih~~

Monggo di Translate

Powered By Blogger