Minggu, 20 Mei 2012

Elegi Pagi Hari

Sulit tuk jadi matahari, pemilik jejak setiap detik rahasia waktu
Sulit tuk jadi gunung yang tegar menjulang dalam sapaan badai
Apakah di langit mendung sana tersimpan sejuta senyum
Jika memang ada, ijinkan aku menjadi sebuah hujan
yang akan merintik membawa senyum itu

Tapi kalau aku bisa memilih,
Apa boleh raga ini menjadi langit sore yang elok dengan senjanya
Langit sore sederhana yang selalu megah dalam dekapan jingga abadi

Aku terang di kesunyian malam yang meredup
Sedangkan dirimu adalah imajinasi keanggunan dari adanya dunia

Hingga,
akankah harus kuingkari lintasan waktu
Untuk bisa berdiri sama tinggi beraura jingga olehmu
Hanya karena aku sendiri adalah bayang-bayang pagi hari

Pagi yang akan selalu merindukan Senja Teranggunnya
 
Share ke :

Artikel Yang Berhubungan



Ditulis Oleh : Langit Pagi

Angin, hujan, gunung, langit, embun, pagi dan senja, itulah jiwa - jiwa yang tak pernah padam. Sapa dan ramahlah, dan jadilah bagian dari keajaiban mereka. -- Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Elegi Pagi Hari,,

:: Thank you for visiting,. Salam Lestari. ::

0 komentar:

Posting Komentar

Betapa megahnya setiap kata yang tertinggal dan terukir di Langit Pagi
~~Terima kasih~~

Monggo di Translate

Powered By Blogger