Minggu, 22 April 2012

Bias Langit Pagi

Kau terlahir dari dekapan malam
Terlelap hening dan megah di batas ruang waktu
Ketika garis merah terukir di ujung senyap
Perlahan bias surya mengantarmu
Membuka pintu-pintu langit

Berselimut rajut helai lembaran kabut
Kau tersenyum merona tersipu kemerahan
Menghiasi di setiap sela rumah-rumah awan
Membisikkan cerita bahwa kaulah si pemilik awal waktu
Di kesunyian derap embun si bunga rumput

Di setiap jejak yang terangkai, aku bercerita tentangmu
Tentang waktu ketika kau tersenyum
Tentang wujud duniaku yang kulihat diantara kedua matamu
Dan tentang dirimu yang seperti langit pagi
Anggun menari dengan sayap-sayap angin
Kuharap kau tak pernah bosan dengan detik dan menitku,
untuk selalu bernafas tentangmu, tentang Bias Langit Pagi
Share ke :

Artikel Yang Berhubungan



Ditulis Oleh : Langit Pagi

Angin, hujan, gunung, langit, embun, pagi dan senja, itulah jiwa - jiwa yang tak pernah padam. Sapa dan ramahlah, dan jadilah bagian dari keajaiban mereka. -- Anda sedang membaca sebuah artikel yang berjudul Bias Langit Pagi,,

:: Thank you for visiting,. Salam Lestari. ::

0 komentar:

Posting Komentar

Betapa megahnya setiap kata yang tertinggal dan terukir di Langit Pagi
~~Terima kasih~~

Monggo di Translate

Powered By Blogger